7 Komplikasi Diabetes Yang Wajib Anda Waspadai

7 Komplikasi Diabetes Yang Wajib Anda Waspadai – Diabetes Mellitus adalah penyakit berbahaya yang harus segera mendapatkan perawatan medis sehingga kadar gula dalam darah menjadi normal kembali. Jika dibiarkan maka hal yang paling dan harus ditakuti oleh seorang penderita diabetes adalah munculnya komplikasi yang lebih parah. 

7 Komplikasi Diabetes Yang Wajib Anda Waspadai

Pada umumnya mereka yang mengalami komplikasi adalah penderita diabetes namun tidak tahu atau mengabaikan jika dirinya mengidap penyakit kencing manis ini.  Sehingga Diabetes yang termasuk dalam penyakit kronis dan berkembang secara bertahap ini semakin bertambah parah  hingga akhirnya memicu sejumlah komplikasi yang lebih berbahaya.

Agar terhindar dari komplikasi yang lebih parah, sebaiknya kita mengetahui lebih awal apakah kita mengidap diabetes atau tidak dengan cara memeriksa kadar gula darah. Jika tidak maka anda dapat mengabaikan tulisan ini, namun bila anda memiliki kadar gula darah yang tinggi sebaiknya segera mendapatkan perawatan.

Langkah selanjutnya adalah merubah cara hidup yang selama ini kita lakukan dengan cara hidup seperti yang terdapat pada artikel  “10 Cara Hidup Sehat Bagi Penderita Diabetes.”

Sedangkan dengan mengetahui komplikasi yang mungkin terjadi bagi penderita Diabetes bertujuan agar dapat menjadi peringatan atau rambu-rambu bagi kita, para penderita diabetes, supaya lebih berhati-hati dan lebih bersungguh-sungguh dalam merawat dan menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

Berikut ini adalah 7 komplikasi penyakit diabetes yang wajib kita waspadai apabila penyakit kencing manis dibiarkan tanpa perawatan dan pengobatan.

7 Komplikasi Diabetes Yang Wajib Kita Waspadai

1. Penyakit Jantung dan Stroke

Bila kadar gula darah yang tinggi tidak segera diobati atau dibiarkan saja dalam waktu lama akan membuat pembuluh darah menjadi sempit dan lama kelamaan jaringan pembuluh darah akan rusak. Sehingga penderita kencing manis sangat rentan terkena penyakit kerusakan pembuluh darah seperti penyakit jantung dan serangan stroke, apalagi jika mempunyai kolesterol tinggi juga.

Penderita Diabetes, menurut sebuah penelitian, memiliki resiko lima kali lebih besar terserang penyakit jantung seperti serangan jantung koroner dan juga stroke.

2. Kerusakan pada Organ Kaki

Kerusakan dan penyempitan pembuluh darah akibat kencing manis selain berbahaya bagi organ jantung ternyata juga berbahaya bagi organ kaki. Kerusakan organ kaki ditandai dengan munculnya gejala seperti :
  • Luka yang sulit sembuh meskipun sudah mendapat perawatan.
  • Kaki menjadi cepat lelah meskipun hanya dipakai berjalan dalam jarak dekat.
  • Kaki menjadi sering terasa kesemutan, nyeri dan panas
Sehingga komplikasi diabetes ini tidak dapat disepelekan karena akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Kerusakan Saraf

Kadar gula darah yang semakin bertambah secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan organ saraf di tubuh kita. Rusaknya organ saraf dapat dirasakan oleh penderita diabetes berupa sensasi-sensasi sebagai berikut.
  • Sensasi kesemutan terus menerus pada bagian tubuh tertentu seperti kaki atau tangan.
  • Seringkali merasa tidak nyeri apabila terjadi luka pada kakinya sehingga menimbulkan luka borok yang tidak kunjung sembuh.
  • Merasa mual, kembung, diare dan sembelit yang diakibatkan rusaknya saraf di pencernaan

 4. Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan komplikasi diabetes yang paling menakutkan bagi penderita kencing manis tahap akhir karena komplikasi ini merupakan gagal ginjal kronik yang tidak dapat disembuhkan dan kondisi kesehatan tubuh hanya dapat dipertahankan dengan melakukan proses cuci ginjal seumur hidup.

Baca Juga : Cara Cuci Ginjal Murah dan Alami

Berbahayanya lagi, gejala gagal ginjal yang kronis tidak menunjukkan tanda-tanda atau tidak terlalu kelihatan pada tahap awal sehingga banyak penderita diabetes yang baru ketahuan setelah mengidap kerusakan ginjal pada tahap dan stadium akhir gagal ginjal.

5. Kerusakan Mata

Indera penglihatan atau mata tidak luput dari serangan akibat komplikasi diabetes karena kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah di mata terutama yang bertugas mendampingi retina, bagian dari mata yang bertugas menerima gambar yang akan disampaikan ke otak.

Tanda yang dirasakan adalah penglihatan yang semakin buram namun tidak dapat disembuhkan dengan mengenakan kacamata.

6. Disfungsi Seksual

Bagi penderita diabetes pria, komplikasi ini merupakan hal yang sangat ditakuti. Bila sampai terjadi maka akan mengurangi kualitas hidup terutama berkaitan dengan hubungan seksual yang digemari lelaki.

Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan yang menyerang saraf dan pembuluh darah pada organ genitalia. Jik terjadi pada pria akan menyebabkan disfungsi ereksi sedangkan pada wanita akan menyebabkan gangguan seksual seperti menurunnya gairah seksual, alat intim yang mengering, rasa sakit saat berhubungan intim dan kepuasan seksual yang menurun.

7. Mudah Terkena Infeksi

Komplikasi lainnya yang harus diwaspadai oleh penderita diabetes adalah gampang terjangkit penyakit infeksi seperti infeksi kulit dan paru-paru. Jenis infeksi kulit akibat komplikasi diabetes yang sering terjadi adalah infeksi jamur seperti gatal-gatal pada kulit,  pada lipatan tubuh dan organ intim perempuan sehingga menyebabkan keputihan.

Sedangkan Infeksi paru-paru adalah infeksi kuman tuberculosis atau TBC dan infeksi lainnya adalah pada saluran kencing dan telinga.

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang 7 komplikasi diabetes yang wajib diwaspadai oleh para penderita diabetes.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati!”

Sebelum terjadi komplikasi diabetes yang lebih parah lebih baik kita mencegahnya terlebih dahulu dengan menjaga agar kadar gula darah kita tetap normal dan stabil dengan cara menerapkan cara hidup sehat bagi penderita diabetes.

Artikel Terkait :

Mendengkur Bukanlah Hal Biasa, Waspadalah !

Mendengkur Bukanlah Hal Biasa, Waspadalah ! – Pada umumnya orang menganggap tidur mendengkur atau ngorok merupakan kebiasaan buruk yang lumrah terjadi dan bukanlah hal luar biasa yang harus diperhatikan. Namun, dampaknya atau suara yang ditimbulkannya dapat mengganggu orang-orang yang berada di sekeliling kita baik pasangan, anak atau kerabat. Selain itu, mendengkur adalah gejala utama adanya peningkatan penyakit berbahaya yang bisa menimpa kita. Jadi jangan sepelekan kondisi ini, mendengkur bukanlah hal biasa.

Mendengkur Bukanlah Hal Biasa, Waspadalah !

Bahkan, mendengkur dapat membuat seseorang manjadi rendah diri karena merasa malu apabila orang lain terganggu dengan suara dengkurannya yang keras sehingga menunggu orang lain terlelap lebih dahulu baru ia tidur. Atau rela begadang semalaman hanya untuk menghindari orang lain terganggu.

Ngorok atau mendengkur biasa dialami oleh pria terutama yang memiliki kelebihan berat badan, meskipun banyak juga wanita yang tidurnya mendengkur. Penyebabnya adalah kelebihan massa yang mengumpul di sekitar leher sehingga menjadikan orang tersebut kesulitan bernapas di malam hari.

Seseorang yang memiliki amandel besar juga menyebabkan tidurnya mendengkur karena amandelnya dapat mempersempit aliran nafas saat tidur.  Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat kesehatan dimana keluarganya juga mendengkur serta suka minum minuman keras maka akan beresiko mendengkur pula. Dan, semakin bertambah usia, dengkuran kita dapat menjadi lebih parah.

Sedangkan jika dikaitkan dengan kesehatan, orang yang mendengkur bukanlah orang yang sehat karena ngorok merupakan tanda atau gejala adanya peningkatan resiko dari beberapa penyakit berbahaya yang akan dideritanya. Sehingga penyakit tidur mendengkur harus segera ditangani atau diobati agar tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Penyakit apa saja yang berkaitan dengan tidur mendengkur?

Berikut ini beberapa penyakit berbahaya yang akan menimpa orang ngorok.

1.    Gangguan Pernapasan

Mendengkur Bukanlah Hal Biasa, Waspadalah !

Seseorang yang tidur mendengkur akan beresiko mengalami kondisi yang disebut apnea tidur, yaitu kondisi tertutupnya aliran nafas beberapa saat akibat tertutupnya jalan nafas karena gangguan pernafasan yang menyerangnya. Tertutupnya jalan nafas selama kurang lebih 10 detik saat tidur akan membuat orang tersebut tersedak atau batuk-batuk hingga terjaga dari tidurnya.

Hal ini dapat terjadi berkali-kali dalam semalam.

2.    Stroke

Sebuah penelitian menemukan bahwa seringnya mendengkur atau intensitas mendengkur pada saat tidur memiliki hubungan dengan resiko terkena aterosklerosis karotis yaitu penyempitan pembuluh arteri pada leher akibat timbunan lemak yang disebut plak. Timbunan lemak inilah yang dapat memicu terjadinya stroke.

3.    Penyakit Jantung

Seseorang yang tidur mendengkur atau ngorok memiliki resiko lebih besar yaitu dua kali lipat untuk mengidap penyakit jantung dan mendapat serangan jantung daripada orang yang tidak mendengkur.

4.    Gangguan Irama Jantung

Mendengkur yang merupakan tanda dari apnea tidur obstruktif, jika dibiarkan dalam jangka panjang akan menyebabkan pembesaran sisi kiri atrium jantung yang akan mempengaruhi konduksi listrik jantung sehingga akan beresiko mengalami fibrilasi atrium dan aritmia (gangguan irama jantung).

5.    Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Bahaya lain akibat mendengkur adalah resiko mengidap gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit refluks asam lambung karena tenggorokannya tertutup ketika aliran udara keluar dan masuk saat tidur. Hal ini akan mengakibatkan perubahan tekanan sehingga membuat isi perut naik kembali ke tenggorokan.

6.    Mendadak Lelah

Akibat mendengkur yang dibiarkan tanpa pengobatan, semakin lama menjadi semakin parah dan membuat pengidapnya mendadak kelelahan atau tiba-tiba menjadi lelah dan tertidur pada saat tidak menentu. Jika kondisi ini terjadi pada saat pengidap ngorok sedang mengemudi maka sangat berbahaya karena kemungkinan terjadi kecelakaan di jalan raya sangat besar.

7.    Sakit Kepala

Morning sick atau sakit kepala pada pagi hari memiliki hubungan dengan penyakit gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea  yang menyebabkan mendengkur.

8.    Nokturia

Dampak lainnya dari mendengkur akan menyebabkan penderita mendengkur sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil hingga lebih dari dua kali dalam semalam.

9.    Menurunnya Hasrat Seksual

Bagi pasangan suami-istri, ngorok atau mendengkur akan menyebabkan menurunnya hasrat dan kepuasan seksual mereka. Daya tahan pengidap mendengkur cenderung menurun ditambah lagi dengan suara yang ditimbulkan membuat pasangan kita kurang berhasrat melakukan hubungan badan. 

Dampak lainnya dari mendengkur selain yang disebutkan diatas  juga dapat mengakibatkan komplikasi lain seperti gagal focus atau sulit konsentrasi, mudah mengantuk dan cenderung bersikap agresif.

Apakah Ada Obat Untuk Mendengkur?

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat-obatan dari bahan alami untuk kebiasaan buruk yaitu mendengkur atau ngorok yang dapat anda coba.

1.    Natural Brain Power

2.    Snore Zip

Snore Zip adalah obat homeopati untuk mendengkur yang bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dari strip hidung, dagu, potongan mulut, atau perangkat lainnya. Snorezip adalah semprotan yang terbuat dari semua bahan alami yang dimaksudkan untuk mengurangi lendir yang terbentuk di tenggorokan sehingga mengurangi getaran yang menyebabkan mendengkur. 

http://www.snorezip.com/?aff_id=378679&off_id=506&uuid=&mhcp=&trans_id=10225fa0f6f79c2edf035b7a49e203&off_ref=812_CPA&aid=2686460&myopt=&CID=10225fa0f6f79c2edf035b7a49e203&SID=&SRC=&AID=378679&ARD=2686460&OID=506&ORD=812_CPA&PLAT=STATS&track=stats&SID2=&SID3=&SID4=&SID5=

Snorezip memiliki rasa mint yang bisa dinikmati beberapa orang, tapi ada juga yang merasa tidak enak badan. Ini digunakan sebagai semprotan oral sebelum tidur, dan banyak yang tidak nyaman memakai corong atau tali dagu akan menghargai bahwa obat ini jauh lebih mudah digunakan. 


Kesimpulan

Setelah mengetahui dampak mendengkur dan hubungannya dengan resiko terjading komplikasi dengan penyakit berbahaya, masihkah anda menganggap mendengkur hanyalah hal biasa?

Lebih baik bersikap waspada.

Oleh karena itu, jangan biarkan kebiasaan buruk ini menganggu kesehatan, kehidupan social dan kehidupan rumah tangga anda, lakukan pengobatan mulai dari sekarang agar mendengkur tidak bertambah parah.

Artikel Terkait :

3 Mitos Yang Salah Tentang Hipertensi

3 Mitos Yang Salah Tentang Hipertensi -  Pemahaman Masyarakat Indonesia tentang sakit tekanan darah tinggi atau hipertensi cenderung beragam. Sebagian besar masyarakat masih menganut paham yang salah dan memandang ringan bahaya penyakit ini. Mereka beranggapan bahwa sakit tekanan darah tinggi mudah disembuhkan hanya dengan mengkonsumsi makanan tertentu.

“Kalau kena tekanan darah tinggi makan saja ketimun sedangkan jika tekanan darah rendah makan saja sate kambing.”
Pendapat tersebut menyatakan satu keyakinan masyarakat bahwa Ketimun, salah satu dari 8 tanaman obat terbaik untuk hipertensi, memang terbukti berkhasiat menurunkan tekanan darah. Dan, terbukti masyarakat yang tinggal di pedesaan lalu menerapkan cara hidup sederhana nan sehat serta alami, hampir dikatakan tidak pernah menderita hipertensi yang akut atau mengalami komplikasi akibat hipertensi.


Hal ini menjadi berbeda ketika dikatakan oleh masyarakat perkotaan yang lebih beresiko terkena hipertensi karena gaya hidup yang mereka anut tidak sama dengan orang desa sehingga ketika mereka menderita tekanan darah tinggi lalu makan Ketimun memang sembuh tapi tidak lama kemudian kambuh lagi.

3 Mitos Yang Salah Tentang Hipertensi

Masih banyak pandangan masyarakat yang salah dalam menanggapi penyakit hipertensi, berikut ini adalah 3 mitos yang salah mengenai penyakit tekanan darah tinggi.


3 Mitos Yang Salah Tentang Hipertensi

1.    Tekanan Darah Tinggi Tidak perlu dicemaskan

Apabila kita menerapkan cara hidup yang sehat maka ketika menderita hipertensi lalu minum obat herbal atau menkonsumsi ketimun atau lainnya, memang hipertensi bukan masalah yang besar.

Namun, jika kita masih menerapkan gaya hidup yang serampangan meskipun minum obat, maka kita tetap harus merasa cemas terhadap penyakit tekanan darah tinggi dan resiko terkena komplikasinya.

2.     Apabila salah satu nilai tekanan darah normal maka tekanan darah normal

Kesalahan kedua adalah anggapan keliru dalam mengukur tekanan darah yaitu sistolik dan diastolic. Kita mengira jika salah satu tekanan tersebut nilainya normal maka kita memutuskan tekanan darah kita normal.

Fakta yang benar, kedua tekanan tersebut harus berada pada ambang normal sehingga kita yakin apabila tekanan darah kita normal.

3.    Tekanan Darah Tinggi tidak dapat dicegah

Hipertensi memang tidak dapat dicegah apabila memang ada factor keturunan yang mempengaruhi. Namun, bila tidak ada factor keturunan, tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan menerapkan cara hidup yang sehat.

Demikian 3 pandangan masyarakat yang keliru dalam menanggapi penyakit yang dijuluki “pembunuh diam-diam” ini.

Tips Mengukur Tekanan Darah

Mengukur tekanan darah sebaiknya kita lakukan secara rutin dan berkala sehingga dengan mudah kita dapat melakukan langkah-langkah pengobatan dan pencegahannya. Kondisi terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah saat kita relaks dan dalam posisi duduk atau berbaring.

Tensimeter, alat pengukur tekanan darah akan menunjukkan dua nilai dalam bilangan yaitu nilai bawah (diastolik) dan nilai atas (sistolik).

Pada Tekanan darah diastolik: bilangan di bawah yang menunjukkan tekanan darah bawah saat jantung sedang beristirahat sementara, di antara dua denyut jantung. Bilangan yang muncul diinterpretasikan sebagai berikut:
  • Bilangan 90 atau lebih menunjukkan tekanan darah tinggi/hipertensi.
  • Bilangan 80-89 menunjukkan prehipertensi.
  • Bilangan 79 atau di bawahnya menunjukkan tekanan darah normal.
Pada Tekanan darah sistolik: bilangan di atas yang menunjukkan tekanan darah atas pembuluh arteri dari denyut jantung.
  • Bilangan 150 atau lebih menunjukkan hipertensi pada usia lebih dari 60 tahun.
  • Angka 140 atau lebih menunjukkan hipertensi.
  • Angka 120-139: prehipertensi.
  • Bilangan 119 atau di bawahnya: tekanan darah normal.
Menurut pendapat pakar kesehatan, jantung Anda justru lebih dapat menoleransi bilangan sistolik yang tinggi dibanding bilangan diastolik. Karena tekanan darah berfluktuasi atau dapat naik turun seiring dengan perubahan aktivitas dan cenderung berubah dengan pertambahan usia Anda. Ketika usia Anda menua, tekanan darah sistolik cenderung naik, sementara tekanan darah diastolik cenderung turun.

Lebih baik, konsultasi kepada dokter jika tekanan darah Anda cenderung di atas normal.

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang 3 mitos atau pandangan yang salah masyarakat Indonesia berkaitan dengan penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Memahami mitos atau cara pandang yang masih diragukan kebenarannya jika disertai dengan keyakinan kuat memang akan membawa kebaikan. Namun jika kita hanya ikut-ikutan tanpa tahu alasannya dan ragu-ragu akan sangat berbahaya terutama jika menyangkut kesehatan diri kita.

Artikel Terkait :


Hipertensi Penyebab Orang Mudah Marah

Hipertensi Penyebab Orang Mudah Marah – Sudah menjadi rahasia umum apabila seseorang mudah marah atau meluapkan emosi selalu dikaitkan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sehingga timbul pertanyaan : Apakah memang ada hubungannya antara hipertensi dengan kecenderungan seseorang meluapkan emosi negatifnya?

Hipertensi Penyebab Orang Mudah Marah

Ternyata tekanan darah tinggi adalah penyakit dimana aliran darah menjadi sangat cepat sehingga memberi tekanan pada pembuluh darah yang menyebabkan jantung bekerja lebih cepat. Ketika jantung bekerja terus menerus dengan beban berat akan menyebabkan produksi adrenalin meningkat sehingga mempengaruhi sisi kejiwaan kita seperti rasa cemas berlebihan, ketakutan, mudah curiga dan mudah tersinggung serta mudah marah.

Jadi, memang ada hubungan antara tekanan darah tinggi dengan kecenderungan seseorang mudah tersinggung dan mudah marah.

Pengertian Hipertensi

Mengutip Alodokter, Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas.

Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi atau tidak adalah dengan mengukur tekanan darah. Sehingga sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui tekanan darah agar dapat mencegah penyakit tekanan darah tinggi lebih awal dan segera melakukan tindakan pengobatan. Memeriksa tekanan darah sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang diselenggarakan pada tahun 2013, menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat 25,8 % dari jumlah penduduk, penderita hipertensi yang berusia diatas 18 tahun. Dari angka tersebut pengidap hipertensi wanita lebih banyak sebesar 6% dibandingkan penderita pria.

Diagnosa tenaga kesehatan hanya mencapai 9.4 %, hal ini berarti bahwa masih banyak penderita hipertensi yang mengabaikan penyakitnya dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis. Hal ini menjadi salah satu penyebab hipertensi menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Penyebab Hipertensi

Hal yang menjadi penyebab hipertensi belum bisa dipastikan, karena faktor usia, keturunan dan cara hidup kurang sehat dapat menjadi penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa faktor pemicu yang diduga dapat menyebabkan hipertensi.

  • Pertambahan usia semakin memperbesar resiko terkena hipertensi terutama usia di atas 65 tahun.
  • Suka atau sering mengkonsumsi makanan asin atau banyak garamnya
  • Kegemukan atau kelebihan berat badan
  • Faktor keturunan
  • Jarang makan buah-buahan atau sayur mayur
  • Kurang Olahraga
  • Terlalu banyak minum kopi atau minuman yang mengandung kafein
  • Merokok
  • Mengkonsumsi minuman keras

Resiko Hipertensi

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi beresiko mengalami serangan jantung, stroke atau penyakit ginjal. Hal ini disebabkan karena kekuatan darah dalam menekan dinding arteri akan membebani arteri dan jantung sehingga jantung bekerja dengan beban berat.

Memeriksa Tekanan Darah

Memeriksa tekanan darah sebaiknya kita lakukan secara rutin dan berkala. Dengan mengetahui tekanan darah maka kita akan  segera mengetahui apakah mengidap hipertensi atau tidak sehingga dengan cepat mengambil tindakan pengobatan.
Hipertensi Penyebab Orang Mudah Marah

Mengukur tekanan darah menggunakan satuan mmHG atau merkuri per millimeter, pengukurannya berdasarkan pada dua tekanan yaitu tekanan sistolik dan diastolik.
  • Tekanan Sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar menunjukkan besarnya tekanan darah saat berada di pembuluh arteri.
  • Tekanan Diastolik merupakan tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi), menunjukkan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.
Apabila tekanan darah Anda 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti Anda memiliki tekanan sistolik sebesar 130 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg.

Batas normal dari tekanan darah adalah tekanan yang berada pada kisaran 120/80 mmHG atau dibawahnya.

Dan, anda akan dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan, tekanan darah Anda tetap berada pada kisaran 140/90 mmHg atau lebih tinggi.

Cara Mencegah dan Mengobati Hipertensi

Cara terbaik untuk mencegah dan mengobati hipertensi adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat dengan langkah sebagai berikut.
  • Makan makanan sehat dan bergizi
  • Mengurangi makanan yang banyak mengandung garam atau makanan asin
  • Mengurangi kopi
  • Berhenti merokok dan minuman keras
  • Olahraga teratur dan istrahat yang cukup
  • Menerapkan cara hidup sehat

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang selalu dikaitkan dengan kecenderungan seseorang mudah marah dan tersinggung. Namun, selain itu, hipertensi juga merupakan penyakit yang berpotensi menimbulkan serangan jantung, stroke dan penyakit ginjal.

Sehingga melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin merupakan cara terbaik daripada mengobati hipertensi yang bisa memicu terjadinya komplikasi bahkan dapat mengancam jiwa penderitanya.

Namun, apabila anda sudah mengidap hipertensi sebaiknya mulai merubah gaya hidup yang asal-asalan menjadi cara hidup sehat dan teratur. Untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi sebaiknya konsumsi obat yang berbahan dari alam atau gunakan obat herbal yang terbuat dari bahan alami.

Sebagai alternative obat herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol silahkan konsumsi Herbagyn, Obat herbal produk NASA untuk tekanan darah tinggi atau mencoba menggunakan 8 Tanaman Obat Terbaik Untuk Hipertensi.

Depresi Bukanlah Penyakit Sepele

Depresi Bukanlah Penyakit Sepele – Apabila banyak orang menganggap jika depresi adalah penyakit sepele, sembuh dengan sendirinya dan bisa disembuhkan dengan cepat, itu adalah anggapan keliru. Sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang bukan sekedar perubahan emosi sementara yang bisa diubah dengan cepat atau langsung. Depresi bukanlah penyakit sepele !!

Depresi Bukanlah Penyakit Sepele


Mengutip dari Alodokter, Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.

Saat depresi, kita akan merasakan suasana hati yang sama berlangsung berkepanjangan, jika sedang sedih maka suasana sedih tersebut dapat berlangsung lama mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Depresi akan mempengaruhi kita baik secara psikologis, fisik maupun social dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah, kuliah dan bekerja menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, demikian juga dengan kehidupan social kita. Bahkan untuk menjaga hubungan dengan teman, tetangga maupun keluarga sendiri menjadi hal berat. Depresi dapat menyebabkan kita merasa hidup ini sangat berat dan merasa tidak berguna lagi hingga dapat memicu keinginan untuk bunuh diri.

Masihkah anda menganggap Depresi adalah penyakit sepele?

Apalagi jika melihat besarnya penderita depresi baik di Indonesia maupun di dunia. Di seluruh dunia, ada 350 juta orang yang menderita depresi dan 800 orang melakukan bunuh diri karena depresi. Dan masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui penyakit yang dideritanya ini dan sebagian besar menimpa wanita dibandingkan pria. Data ini diambil dari catatan WHO.

Dan, di Indonesia sendiri, Depresi menjadi penyakit mematikan yang menduduki peringkat ke delapan serta menyumbang 3% dari total angka kematian. Penderita depresi banyak terjadi di kota-kota besar yang memiliki gaya hidup metropolitan, anti social dan cenderung tidak peduli pada orang lain.

Penyebab Depresi

Penyebab depresi tidak dapat ditentukan secara spesifik karena penyakit yang dianggap sepele ini dapat dipicu dari kombinasi beberapa factor seperti factor keturunan, kondisi biologis, pengaruh lingkungan dan factor psikologis.

Penyebab depresi diantaranya adalah :

  • Kejadian tragis yang mengakibatkan kehilangan seseorang yang dicintai atau kehilangan pekerjaan.
  • Kehamilan atau melahirkan
  • Terlilit Masalah Financial
  • Dikucilkan dalam masyarakat
  • Mengalami Trauma
  • Ketergantungan atau kecanduan alcohol / narkoba
Itulah, beberapa penyebab depresi. Namun, disamping penyebab tersebut diatas masih ada penyebab lain sebagai pemicu depresi yaitu adanya penyakit kronis yang sudah berlangsung lama serta mengancam hidup.

Gejala Psikologis

Tanda-tanda depresi dapat dilihat dari factor psikologis penderitanya sehingga kita harus memperhatikan tanda-tanda berikut ini.

Depresi Bukanlah Penyakit Sepele

  • Merasa putus asa, rendah diri dan rasa bersalah yang berlangsung terus menerus.
  • Merasa sedih berkepanjangan
  • Merasa cemas atau khawatir
  • Merasa hidup sudah tidak ada artinya lagi
  • Menjadi sensitive, mudah marah dan mudah menangis
  • Pada tingkat akut, penderita depresi memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri bahkan ingin bunuh diri 

Gejala Pada Fisik

Secara fisik, penderita depresi juga menunjukkan tanda-tanda yang menjadi gejala penyakit depresi seperti berikut ini.
  • Terjadi perubahan nafsu makan
  • Gerakan dan bicaranya menjadi lebih lambat
  • Terjadi perubahan siklus menstruasi
  • Merasa lemas dan kekurangan energy
  • Libido menurun
  • Mengalami sembelit dan gangguan tidur.

Gejala Pada Hubungan Sosial

Disamping, gejala yang ditunjukkan pada factor psikologis dan fisik, penderita depresi dapat terlihat pada hubungannya sebagai mahluk social.
  • Sulit menjalin hubungan dengan orang lain, baik keluarga sendiri, teman, lingkungan sekitar maupun dengan pasangan hidupnya.
  • Menjadi penyendiri dan menghindari kontak dengan orang-orang disekitarnya
  • Sulit melakukan pekerjaan dengan baik
  • Merasa tidak tertarik lagi dengan hobi dan kegemarannya
Depresi tidak hanya menyerang orang dewasa saja namun anak-anak, remaja dan lansia juga tidak luput dari ancamannya. Sehingga kita harus mewaspadai gejala-gejala depresi pada keluarga kita baik yang masih anak-anak, remaja, dewasa maupun yang sudah lanjut usia.

Pada umumnya, gejala depresi yang dirasakan oleh mereka hamper sama namun ada beberapa perbedaan yang mendasar.

Depresi pada anak-anak

Anak-anak yang menderita depresi berubah menjadi mudah marah, merasa sedih berkepanjangan, malas pergi ke sekolah dan memiliki berat badan dibawah normal.

Depresi Bukanlah Penyakit Sepele


Baca Juga : Waspada, Ini 7 Tanda Anak Depresi

Depresi Pada Remaja

Remaja yang mengidap depresi, pada umumnya berubah menjadi lebih sensitive, merasa tidak berguna, makan dan tidur berlebihan serta cenderung memakai obat-obatan terlarang atau minuman keras. Selain itu, remaja pengidap depresi juga memiliki emosi yang meluap-luap dan prestasi pelajaran menurun.

Depresi Pada Orang Dewasa  dan Lanjut Usia

Sedangkan depresi pada orang dewasa dan lanjut usia ditandai dengan perasaan mudah lelah, perubahan kepribadian, penyendiri dan cenderung memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya.
Pada umumnya, gejala depresi yang terjadi berbeda antara seseorang dengan orang lainnya.

Sedangkan gejala yang hampir sama adalah perasaan sedih yang berkelanjutan, putus asa dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang menarik.

Pengobatan Depresi

Sebaiknya penderita depresi segera mendapatkan penanganan medis secepatnya oleh dokter ahli sehingga mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat serta langkah-langkah pemulihan yang dapat dilakukan di rumah.

Perhatian dan pengawasan dari keluarga, teman dekat dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah penderita depresi melakukan hal-hal yang dapat menyakiti dirinya sendiri atau mungkin melakukan bunuh diri.

Mengubah cara hidup menjadi cara hidup sehat sangat dianjurkan bagi penderita depresi, dengan demikian dapat menjauhkan pengaruh dari luar rumah yang cenderung akan memperparah penyakitnya seperti minuman keras dan obat-obatan terlarang.


Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang salah satu penyakit yang terlihat sepele namun berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian. Depresi dapat menimpa anak-anak, remaja, orang dewasa maupun lanjut usia sehingga kita harus waspada dan mengenali gejala-gejalanya.

Artikel Terkait :



Kolesterol Tinggi : Dampak dan Pencegahannya

Kolesterol Tinggi : Dampak dan Pencegahannya – Kolesterol adalah kandungan senyawa lemak berlilin dalam tubuh yang sebagian besar diproduksi di hati dan lainnya didapatkan dari makanan. Kondisi kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia adalah kadar kolesterol dalam darah melampaui ukuran normal. Karena kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah maka resikonya sangat besar bagi kesehatan tubuh kita. Apalagi jika kolesterol tersebut mengendap secara berlebihan pada pembuluh darah hingga dapat menyebabkan penyakit stroke dan serangan jantung.

Menurut data dari WHO, dinyatakan jika pada tahun 2011, sekitar 35% penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol tinggi atau melebihi ambang normal bagi kesehatan. Sehingga dapat dikatakan jika penduduk Indonesia beresiko terkena penyakit penyumbatan pembuluh darah atau arteri.

Kandungan kolesterol yang tinggi selain faktur keturunan juga disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan kurang berolahraga. Sehingga sebaiknya kita menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi lalu menerapkan cara hidup sehat salah satunya dengan melakukan olahraga secara teratur.

Apakah Kolesterol Itu?

Kolesterol adalah senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh guna membangun sel-sel baru sehingga tubuh tetap berfungsi secara normal. Disamping itu, kolesterol juga membantu tubuh dalam memproduksi vitamin D, hormone dan asam empedu untuk mencerna lemak dalam tubuh.

Kolesterol Tinggi : Dampak dan Pencegahannya

Kolesterol di dalam darah diangkut oleh protein sehingga kedua senyawa tersebut bergabung dan disebut sebagai lipoprotein. Dari 5 jenis lipoprotein, ada dua jenis lipoprotein utama berdasarkan kepadatannya yaitu  lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) disebut kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) disebut kolesterol baik.

Kedua jenis lipoprotein tersebut memiliki peran masing-masing dalam sirkulasi lipoprotein di dalam tubuh.
  1. LDL bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati menuju sel-sel yang membutuhkan. Namun jika jumlah kolesterol tersebut melebihi kebutuhan, maka dapat mengendap pada dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit. 
  2. HDL menjalankan peran kebalikan dari LDL yakni bertugas mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati. Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.
Kandungan kolesterol dalam darah yang disarankan bisa bervariasi, tergantung apakah orang tersebut memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk terkena penyakit pembuluh arteri. Ukuran kadar kolesterol yang normal adalah total kolesterol < > 40 mg/dl, LDL kolesterol < 100 mg/dl. Kadar kolesterol dalam darah bisa diukur dengan melakukan tes darah.

Bagi seseorang yang memiliki keluarga dekat penderita penyakit akibat kolesterol atau memiliki riwayat penyakit kardiovaskular pada usia dini sebaiknya melakukan pemeriksaan kadar kolesterolnya. Apalagi jika sudah di diganosa memiliki penyakit jantung koroner, stroke ringan, atau penyakit arteri perifer sebaiknya melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengontrol kadar kolesterolnya.

Dampak Kolesterol Tinggi

Memiliki kadar kolesterol tinggi akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan kita karena saat kolesterol yang tinggi dan berlebihan mengendap pada dinding arteri maka akan menyebabkan aliran darah di jantung, otak dan bagian tubuh lainnya jadi terhambat.

Sehingga seseorang yang memiliki kolesterol tinggi lebih beresiko untuk terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke ringan hingga stroke dan serangan jantung.

Selain itu, memiliki kadar kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang mengalami stres atau melakukan kegiatan fisik yang berat.

Sehingga jika tidak mulai merubah gaya hidupnya menjadi cara hidup sehat seperti berhenti merokok dan mengubah pola makannya, maka pengidap kolesterol tinggi memiliki resiko tinggi terkena stroke atau penyakit jantung.

Rokok terbukti mengandung zat kimia disebut akrolein yang dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL dalam mengangkut timbunan lemak menuju hati sehingga berakibat terjadinya penyempitan arteri atau aterosklerosis.

Dan, resiko pengidap kolesterol tinggi juga akan meningkat apabila menderita hipertensi, diabetes, atau memiliki keluarga yang menderita penyakit jantung atau stroke.

Pencegahan

Untuk mencegah dan menurunkan kolesterol tinggi langkah terbaik adalah merubah cara hidup menjadi cara hidup sehat dengan makanan sehat dan bergizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup dan lain-lain terutama menghindari rokok.

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang Kolesterol Tinggi : dampak dan Pencegahannya, sehingga dengan mengetahuinya akan membuat kita mulai merubah gaya hidup kita yang asal-asalan menjadi cara hidup sehat yang alami. Karena semua penyakit bersumber pada makanan dan gaya hidup yang kita jalani.

Artikel Terkait :

 



Mengenal Vertigo : Penyakit Hilang Keseimbangan Yang Berbahaya

Mengenal Vertigo : Sakit Kepala Yang Berbahaya – Penyakit Vertigo adalah penyakit hilang keseimbangan yang salah satu gejalanya adalah sakit kepala akut. Penyakit ini termasuk berbahaya karena jika tidak cepat mendapatkan perawatan medis akan dapat mengancam jiwa, menyebabkan komplikasi dan mengakibatkan kehilangan pendengaran.

Mengenal Vertigo : Sakit Kepala Yang Berbahaya

Memang pada awalnya penyakit keseimbangan ini seperti gejala pusing biasa, namun jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat akan berubah menjadi Vertigo sehingga menyebabkan penderita Vertigo tidak bisa melakukan berbagai aktivitasnya.

Kata ”vertigo” berasal dari bahasa Latin yaitu vertere yang artinya memutar. Nama ini diberikan kepada orang yang biasanya merasa dunia di sekitarnya berputar sehingga hilang keseimbangan.

Vertigo merupakan sakit kepala yang berbeda dari gejala sakit kepala biasa dan migren. Vertigo adalah suatu sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya dengan gejala yang timbul, terutama dari jaringan otonomik yang disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh (PERDOSSI, 1999 : 1) yang ditandai dengan perasaan berputar, dunia serasa bergoyang, benda sekeliling berputar, rasa mau jatuh bahkan adakalanya benar-benar terjatuh, disertai dengan mual, muntah,keringat dingin serta merasa lebih baik jika berbaring, tapi vertigo terus berlanjut meski tidak bergerak sama sekali, kadang merasa enak bila tutup mata dan vertigo berulang saat mata dibuka.

Penyebab Vertigo

Vertigo bukan terjadi karena faktor keturunan. Vertigo tidak boleh disepelekan karena bisa menjadi pertanda penyakit yang serius, seperti tumor otak, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), jantung, dan ginjal. Semakin dini vertigo ditangani akan semakin cepat dapat diatasi.

Vertigo bisa terjadi karena :
  1. Infeksi virus yang menyerang area labirin
  2. Infeksi bakteri yang mengenai telinga tengah
  3. Radang pada leher
  4. Serangan migren
  5. Sirkulasi darah yang berkurang yang dapat menyebabkan aliran darah ke otak berkurang
  6. Mabuk kendaraan
  7. Alkohol
  8. Kelainan Neurologis
  • Sklerosis multipel
  • Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau keduanya
  • Tumor otak
  • Tumor yang menekan saraf vestibularis.
Vertigo biasanya muncul karena adanya gangguan sistem vestibular (misalnya terdapat gangguan pada struktur telinga bagian dalam, saraf vestibular, batang otak, dan otak kecil/cerebellum). Sistem vestibular bertanggung jawab untuk mengintegrasikan rangsangan terhadap indera dan gerakan tubuh. Selain itu sistem vestibular bertugas menjaga agar suatu obyek ada di fokus penglihatan saat tubuh bergerak.

Mengenal Vertigo : Sakit Kepala Yang Berbahaya

Ketika kepala bergerak, sinyal ditransmisikan ke labirin, yang terdapat di telinga bagian dalam. Labirin kemudian membawa informasi ke saraf vestibular yang kemudian diteruskan ke batang otak dan otak kecil, yang berfungsi mengontrol keseimbangan, postur, dan kordinasi gerak.

Gejala Vertigo

Vertigo bisa merupakan gejala yang mandiri, namun bisa juga timbul bersama dengan gejala lainnya (PERDOSSI, 1999 : 19). Berikut ini adalah gejala umum vertigo:
  1. Mual.
  2. Muntah.
  3. Keringat dingin.
  4. Pandangan gelap.
  5. Lelah dan stamina menurun.
  6. Memori dan daya pikir menurun.
  7. Tidak mampu berkonsentrasi.
  8. Pusing.
  9. Sulit berdiri.
  10. Lemas (contoh : tidak mampu menggenggam erat benda dengan telapak tangan).
  11. Keadaan sekitar terasa berputar, benda diam di sekitar nampak bergoyang (Oscillpsia) dan nampak ganda (Diplopia).
  12. Sukar menelan.
  13. Kelumpuhan otot-otot wajah.
  14. Sakit kepala yang parah.
  15. Kesadaran terganggu.
  16. Hilangnya koordinasi.
  17. Telinga Berdenging (tinnitus) atau hilangnya pendengaran.
  18. Posisi kepala terfiksasi kearah tertentu.
  19. Sensitif pada cahaya terang dan suara.
  20. Rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur.
  21. Hilang keseimbangan, seperti tidak bisa tegak dan tidak bisa stabil ketika berdiri dan atau duduk jalan sempoyongan dan jalan membelok.
  22. Ketika berbaring miring atau ketika kepalanya menengadah ke atas keadaan sekitar terasa berputar selama 15-20 detik.
  23. Pandangan tidak fokus (gerakan mata ulang-alik diluar kemauan (nistagimus atau nystagmoid jerks)).

Jenis-Jenis Vertigo

Vertigo bukan suatu penyakit tersendiri, melainkan gejala dari penyakit yang letak lesi dan penyebabnya berbeda-beda. Oleh karena itu, pada setiap penderita vertigo harus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan yang cermat dan terarah untuk menentukan bentuk vertigo, letak lesi dan penyebabnya.

Saluran vestibular adalah salah satu organ bagian dalam telinga yang senantiasa mengirimkan informasi tentang posisi tubuh ke otak untuk menjaga keseimbangan. Vertigo diklasifikasikan menjadi dua kategori berdasarkan saluran vestibular yang mengalami kerusakan, yaitu :

1.    Vertigo Periferal

Vertigo perifer (peripheral vertigo) disebabkan oleh disfungsi struktur perifer hingga ke batang otak (brain stem). Vertigo periferal terjadi jika terdapat gangguan di saluran yang disebut kanalis semisirkularis, yaitu telinga bagian tengah yang bertugas mengontrol keseimbangan. Vertigo jenis ini biasanya diikuti gejala-gejala seperti:
  1. Mual.
  2. Muntah.
  3. Keringat dingin.
  4. Pandangan gelap.
  5. Lelah dan stamina menurun.
  6. Memori dan daya pikir menurun.
  7. Tidak mampu berkonsentrasi.
  8. Pusing.
  9. Telinga Berdenging (tinnitus).
  10. Posisi kepala terfiksasi kearah tertentu.
  11. Sensitif pada cahaya terang dan suara.
  12. Rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur.
  13. Hilang keseimbangan, seperti tidak bisa tegak dan tidak bisa stabil ketika berdiri dan atau duduk jalan sempoyongan dan jalan membelok.
  14. Ketika berbaring miring atau ketika kepalanya menengadah ke atas keadaan sekitar terasa berputar selama 15-20 detik.
  15. Pandangan tidak fokus (gerakan mata ulang-alik diluar kemauan (nistagimus atau nystagmoid jerks)).
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan vertigo perifer antara lain :
  1. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
  2. Drug-induced vertigo (vertigo yang disebabkan oleh obat)
  3. Labyrinthitis
  4. Ménière's disease
  5. Vestibular neuritis

2.    Vertigo Sentral

Vertigo sentral (central vertigo) terjadi jika ada sesuatu yang tidak normal di dalam otak, khususnya di bagian saraf keseimbangan, yaitu daerah percabangan otak dan serebelum (otak kecil). Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan vertigo sentral antara lain :
  1. Acoustic schwannomas atau meningiomas
  2. Cerebellar pontine angle tumors
  3. Cerebellar infarction
  4. Cerebellar hemorrhage
  5. Vertebrobasilar insufficiency
  6. Stroke.
  7. Multiple sclerosis (gangguan tulang belakang dan otak)
  8. Tumor.
  9. Trauma di bagian kepala.
  10. Migren.
  11. Kondisi peradangan pada leher.
  12. Neurodegenerative illnesses (penyakit akibat kemunduran fungsi saraf) yang menimbulkan dampak pada otak kecil.
Gejala vertigo sentral biasanya terjadi secara bertahap, penderita akan mengalami hal-hal seperti:
  1. Mual.
  2. Muntah.
  3. Keringat dingin.
  4. Pandangan gelap.
  5. Lelah dan stamina menurun.
  6. Memori dan daya pikir menurun.
  7. Tidak mampu berkonsentrasi.
  8. Pusing.
  9. Sulit berdiri.
  10. Lemas (contoh : tidak mampu menggenggam erat benda dengan telapak tangan)
  11. Keadaan sekitar terasa berputar, benda diam di sekitar Nampak bergoyang (Oscillpsia) dan nampak ganda (Diplopia).
  12. Sukar menelan
  13. Kelumpuhan otot-otot wajah
  14. Sakit kepala yang parah
  15. Kesadaran terganggu
  16. Hilangnya koordinasi
Berdasarkan gejalanya yang menonjol atau klinis, vertigo dapat dibagi atas beberapa kelompok penyakit (PERDOSSI, 1999 : 21) :

1.    Vertigo yang paroksismal.

Vertigo yang paroksismal adalah vertigo yang serangannya datang secara mendadak, berlangsung selama beberapa menit atau beberapa hari, kemudian menghilang sempurna. Tetapi suatu ketika serangan tersebut muncul kembali. Vertigo jenis ini dapat dibedakan berdasarkan gejala penyertanya, yaitu :

1)    Vertigo yang disertai dengan keluhan telinga
Kelompok penyakit ini memiliki kumpulan gejala (sindroma) yang sama yang disebut sindrom meniere. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah morbus meniere, araknoditis ponto serebelaris, sindrom lermoyes, serangan iskemia sepintas arteria vertebralis, sindroma Cogan, Tumor fosa kranii posterior, kelainan gigi (Ondontogen).

2)    Vertigo yang tanpa disertai keluhan telinga
Yang termasuk kelompok ini adalah serangan isekmia sepintas arteria vertebro basilaris, epilepsi, vertigo akibat lesi lambung, ekuivalen migren, vertigo pada anak (vertigo de L’enfance), labirin picu (trigger labyrinth).

3)    Vertigo yang timbulnya dipengaruhi oleh perubahan posisi
Yang termasuk kelompok ini adalah vertigo posisional paroksismal yang laten dan vertigo posisional paroksismal benigna.

2.    Vertigo yang kronis

Yaitu vertigo yang menetap lama, keluhannya konstan tidak membentuk serangan-serangan akut. Vertigo jenis ini dapat dibedakan berdasarkan gejala penyertanya, yaitu :

1)    Vertigo yang disertai dengan keluhan dari telinga
Yang termasuk kelompok ini adalah otitis media kronika, meningitis TB, labirintitis kronika, lesi labirin akibat bahan ototoksik, tumor serebelopontis

2)    Vertigo yang tidak disertai dengan keluhan dari telinga
Yang termasuk kelompok ini adalah kontusio serebri, esenfalitis pontis, sindrom pasca komosio, pelagra, siringobulbi, hipoglikemi, sklerosis multipleks, kelainan okuler, intoksikasi obat-obatan, kelainan psikis, kelainan kardiovaskular, kelainan endokrin.

3)    Vertigo yang timbulnya dipengaruhi oleh perubahan posisi
Yang termasuk kelompok ini adalah Hipotensi ortostatik dan vertigo servikalis

3.    Vertigo yang serangannya mendadak/akut, berangsur-angsur mengurang 

Vertigo jenis ini dapat dibedakan berdasarkan gejala penyertanya, yaitu :

1)    Vertigo yang disertai dengan keluhan dari telinga
Yang termasuk kelompok ini adalah trauma labirin, herpes zoster otikus, labirintis akuta, pendarahan labirin, neuritis VIII, cedera arteria auditiva atau arteria vestibulokoklearis.

2)    Vertigo yang tidak disertai dengan keluhan dari telinga
Yang termasuk kelompok ini adalah neuronitis vestibularis, neuritis vestibularis, sindrom arteria vestibularis anterior, ensenfalitis vestibularis, vertigo epidemika, sklerosis multipleks, hematobulbi,sumbatan arteria serebeli inferior posterior.


Demikian pembahasan tentang Mengenal Penyakit Vertigo yang berbahaya dan memiliki gejala sakit kepala akut. Dengan mengenal penyakit Vertigo secara lengkap mulai dari gejala, penyebab dan jenis-jenis vertigo akan memudahkan kita dalam melakukan diagnosa sendiri dan segera mengambil tindakan medis yang tepat.

Semoga Bermanfaat.
 

Gejala Penyakit Diabetes Mellitus Yang Wajib Diketahui

Gejala Penyakit Diabetes Mellitus Yang Wajib Diketahui – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Diabetes : Tipe dan Penyebabnya, maka kali ini kita akan membahas mengenai gejala-gejala penyakit kencing manis atau Diabetes Mellitus yang wajib kita ketahui dan harus segera mendapatkan penanganan medis.
Gejala Penyakit Diabetes Mellitus Yang Wajib Diketahui

Pengetahuan tentang gejala-gejala penyakit diabetes mellitus ini wajib kita ketahui dan disebar-luaskan kepada masyarakat luas sehingga penderita kencing manis dapat segera mengambil tindakan yang tepat, salah satunya dengan mulai merubah cara hidupnya menjadi gaya hidup sehat yang mudah, murah dan alami.

Disamping dampak buruk yang akan menimpa penderita DM ini, biaya pengobatan untuk penderita Diabetes Mellitus akut sangatlah mahal apalagi jika sudah harus cuci darah sehingga alangkah baiknya jika tindakan pencegahan harus segera dilakukan sejak awal.

Diagnosa Diabetes

Kadar glukosa dalam darah biasanya berfluktuasi, naik turun sepanjang hari dan setiap saat, tergantung pada makanan yang masuk dan aktivitas fisik. Apabila puasa semalam, normal glukosa darah adalah 70-110 mg/dl, kadar ini kira-kira sama dengan satu sendok teh gula dalam satu galon air.

Menurut kriteria International Diabetes Federation (IDF), American Diabetes Association (ADA), dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), apabila glukosa darah di atas 140 mg/dl dan 2 jam sesudah makan di atas 200 mg/dl, diagnosis diabetes bisa dipastikan.

American Diabetes Association (ADA) malah menganjurkan bahwa pengobatan diabetes harus sedini mungkin. Berdasarkan pengalaman riset selama 15 tahun, bila glukosa darah di atas 140 mg/dl, si pasien harus cepat ditangani agar jangan sampai terjadi kerusakan organ tubuh dan timbul komplikasi.

Apabila kadar glukosa darah puasa antara 111-125 mg/dl, itu disebut keadaan glukosa puasa yang terganggu atau Impaired Fasting Glucose (IFG). Adapula yang menamakannya Border line Diabetes atau Prediabetes. Apabila keadaan ini terjadi dokter harus mengambil langkah untuk mengontrol glukosa darah agar tidak timbul komplikasi serius di kemudian hari.


Jika kadar glukosa darah tidak normal tetapi belum termasuk kriteria diagnosis diabetes, misalnya glukosa darah puasa di bawah 140 mg/dl tetapi 2 jam sesudah makan 140-200 mg/dl, keadaan ini disebut sebagai Toleransi Glukosa Terganggu atau Impaired Glucose Tolerance (IGT).

Seseorang dengan IGT mempunyai resiko terkena diabetes tipe 2 jauh lebih besar daripada orang biasa. Bila dokter curiga telah muncul IGT, maka dianjurkan untuk menjalani Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) atau Oral Glucose Tolerance Test (OGTT).

Setelah puasa selama 10 jam (satu malam), dan pengambilan darah serta pemberian minum glukosa sebanyak 75 gram, kemudian akan dilakukan pemeriksaan kadar glukosa lagi. Apabila glukosa darah puasa di bawah 140 mg/dl tetapi glukosa darah 2 jam sesudah konsumsi glukosa 75 gram di atas 200 mg/dl, itu berarti anda mengidap diabetes.

Ada dua keluhan utama atau klasik akibat glukosa darah yang tinggi.
  • Pertama, glukosa yang tinggi akan menarik air keluar lewat kencing, sehingga kencing menjadi sering dan banyak.
  • Kedua, akibat banyak kencing pasien merasa sangat haus.

Gejala-gejala Diabetes

Berikut ini adalah gejala-gejala penderita Kencing Manis atau diabetes mellitus.

1.    Banyak Kencing

Ginjal tidak dapat menyerap kembali glukosa yang berlebihan di dalam darah. Glukosa ini akan menarik air ke luar dari jaringan. Akibatnya, selain kencing menjadi sering dan banyak, juga sering terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan.
Gejala Penyakit Diabetes Mellitus Yang Wajib Diketahui

2.    Rasa Haus

Untuk mengatasi dehidrasi dan rasa haus yang ditimbulkannya, anda akan banyak minum dan minum terus. Kesalahan yang sering dijumpai adalah bahwa untuk mengatasi rasa haus, anda mencari softdrink yang manis dan segar. Akibatnya, glukosa darah makin naik dan hal ini dapat menimbulkan komplikasi akut yang membahayakan.

3.    BB Turun (Berat Badan menurun)

Sebagai kompensasi dari dehidrasi dan banyak minum, adalah banyak makan. Memang ada mulanya berat badan akan meningkat, tetapi lama kelamaan otot tidak mendapat cukup glukosa untuk tumbuh dan mendapatkan energi. Maka jaringan otot dan lemak harus dipecah untuk memenuhi kebutuhan energi. Berat badan makin turun meskipun banyak makan. Keadaan ini makin diperburuk oleh adanya komplikasi yang timbul kemudian.

Badan kurus banyak ditemui pada diabetes tipe 1. Pada diabetes tipe 2, kebanyakan penderitanya pada awalnya masih berbadan gemuk, tetap dikemudian hari berat badannya turun.

4.    Rasa seperti Flu dan Lemah

Keluhan diabetes dapat menyerupai sakit flu, rasa capek, lemah, dan nafsu makan menurun. Pada diabetes, gula bukan lagi sumber energy karena glukosa tidak dapat diangkut ke dalam sel untuk menjadi energi.

5.    Mata Kabur

Glukosa darah yang tinggi akan menarik pula cairan dalam lensa mata sehingga lensa mata menjadi tipis. Mata pun mengalami kesulitan untuk fokus dan penglihatan menjadi kabur. Apabila kadar glukosa darah dapat dikontrol dengan baik, penglihatan bisa menjadi baik karena lensa mata kembali normal. Inilah sebabnya orang yang menderita diabetes sering berganti-ganti ukuran kacamata karena kadar glukosa naik – turun dan tidak terkontrol dengan baik.

Gejala Penyakit Diabetes Mellitus Yang Wajib Diketahui

6.    Luka yang sukar sembuh

Penyebab luka yang sukar sembuh adalah :
  • Infeksi yang hebat, kuman, atau jamur yang mudah tumbuh pada kondisi gula darah yang tinggi.
  • Kerusakan dinding pembuluh darah, aliran darah yang tidak lancar pada kapiler (pembuluh darah kecil) yang menghambat penyembuhan luka.
  • Kerusakan saraf dan luka yang tidak terasa menyebabkan penderita diabetes tidak menaruh perhatian padanya dan membiarkannya makin membusuk.

7.    Rasa Semutan

Kerusakan saraf yang disebabkan oleh glukosa yang tinggi merusak dinding pembuluh darah dan akan mengganggu nutirisi pada saraf. Karena yang rusak adalah saraf sensoris, keluhan yang paling sering muncul adalah rasa semutan atau tidak berasa terutama pada tangan dan kaki. Selanjutnya bisa timbul rasa nyeri pada anggota tubuh, betis, kaki, tangan, dan lengan bahkan kadang terasa seperti terbakar.

8.    Gusi Merah dan Bengkak

Kemampuan rongga mulut menjadi lemah untuk melawan infeksi. Maka gusi membengkak dan menjadi merah, muncul infeksi, dan gigi tampak tidak rata dan mudah tanggal.

9.    Kulit terasa kering dan gatal

Kulit terasa kering, sering gatal, dan infeksi. Keluhan ini biasanya menjadi penyebab si pasien datang memeriksakan diri ke dokter kulit, lalu baru ditemukan adanya diabetes.

10.    Mudah Kena infeksi

Lekosit (sel darah putih) yang biasanya dipakai untuk melawan infeksi tidak dapat berfungsi dengan baik jika glukosa darah tinggi. Diabetes membuat anda lebih mudah terkena infeksi.

11.    Gatal Pada Kemaluan

Infeksi jamur juga “menyukai” suasana glukosa tinggi. Vagina mudah terkena infeksi jamur, mengeluarkan cairan kental putih dan kekuningan, serta rasa timbul gatal.

Demikian pembahasan tentang gejala-gejala penyakit diabetes mellitus yang wajib kita ketahui agar segera mendapatkan penanganan medis sehingga tidak menimbulkan dampak lebih buruk lagi.

Sumber : Japaries, Wilie,  2007,  Pencegahan  dan  Terapi  Diabetes Mellitus.  Jakarta:  Balai  Penerbit FKUI 

Artikel Terkait :